Materi 5 " Hakikat Berbicar "
Hakikat Berbicara
A. Pengertian Berbicara
Secara umum berbicara merupakan proses penuangan
gagasan dalam bentuk ujaran-ujaran. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh
Suhendra, berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi
menjadi wujud ujaran (1992:20).
1. Berbicara
merupakan ekspresi diri.
2. Berbicara
tidak hanya kemampuan mental motorik.
3. Berbicara
merupakan proses simbolik.
4. Berbicara
terjadi dalam konteks ruang dan waktu.
5. Berbicara
merupakan keterampilan berbahasa yang produktif.
B. Tujuan dan Jenis-Jenis Berbicara
Tujuan utama berbicara adalah untuk menginformasikan
gagasan-gagasan berbicara kepada pendengar. Dalam hal ini, Mulyana
mengelompokkan tujuan berbicara kedalam empat tujuan, yaitu :
1.
Tujuan social merupakan kegiatan
berbicara sebagai sarana untuk membangun konsep diri, eksistensi diri,
kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, dan menghindari tekanan satu
ketegangan.
2.
Tujuan ekspretif merupakan untuk
mengekspresikan perasaan berbicara kepada orang lain.
3.
Tujuan ritual merupakan penggunaan
bahasa sebagai media untuk menyampaikan pesan ritual kepada penganutnya.
4.
Tujuan instrumental merupakan kegiatan
berbicar digunakan sebagai alat untuk memperoleh sesuatu.
Pengelompokan berbicara dapat dilakukan
dengan cara yang berbeda, tergantung dengan dasar yang digunakan. Ada tiga hal
yang dilakukan yaitu situasi, keterlibatan pelaku dan alur pembicaraan. Adapun
jenis-jenis berbicara ada 2, yaitu : Berbicara
formal adalah kegiatan berbicara yang terkait dengan aturan baik tata karma
maupun kebahasaan, sedangkan berbicara
non formal adalah kegiatan berbicara yang tidak dilakukan dengan kaitan
aturan-aturan.
C. Peranan Berbicara dalam keseharian
Dalam kehidupan sehari-hari, tampaknya kegiatan
berbicara yang digunakan adalah berbicara nonformal. Situasi berbicara
nonformal tidak seketat berbicara formal, jika berbicara formal dibatasi ruang
dan waktu.
D. Kaitan Berbicara dengan
Keterampilan Berbahasa lainnya
1. Hubungan
berbicara dengan menyimak
Kemampuan berbicara
anak dimulai dengan proses menyimak. Dalam perkembangan selanjutnya, seorang
anak akan memulai belajar dan menulis lalu berbicara.
2. Hubungan
berbicara dengan membaca
Membacar merupakan
keterampilan berbahasa yang bersifat pemahaman. Untuk memahami sesuatu dapat
dilakukan dengan proses membaca, dalam ilmu penafsiran ayat-ayat keagamaan
tertentu berkembang suatu perluasan makna membaca yaitu membaca tidak hanya
dibatasi oleh pengertian yang berkaitan dengan huruf sebagai objeknya, tetapi
juga dapat diartikan sebagai proses memahami gejala-gejala yang terjadi dialam
sekitar.
3. Hubungan
berbicara dengan menulis
Berbicara bukan
merupakan keterampilan berbahasa yang terjadi sendiri, melainkan keterampilan
yang didukung kemampuan lainnya termasuk menulis.
E.
Berbicara
sebagai proses
a.
Pengertian
berbicara sebagai proses
Berbicara
sebagai proses adalah kegiatan berbicara yang dimulai dengan proses simbolisasi
pesan daalam diri pembicara untuk disampaikan kepada pendengar melalui sebuah
media.
b.
Tahapan-tahapan
dalam berbicara
1. Persiapan
Pada tahapan ini ada
beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang pembicara, yaitu penentuan
topic, penentuan tujuan, pengumpulan referensi, penyusunan kerangka dan
berlatih.
2. Pelaksanaan
kegiatan berbicara
Tahapan ini dapat
dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu (a). pembuka (b). pembahasan pokok
dan (c). penutup.
3. Evaluasi
Dengan ini seorang pembicara dapat
menentukan kualitas pembicaraannya. Sama hal nya dengan ketika berlatih,
penilaian dapat dilakukan secara mandiri maupun bantuan orang lain.
Komentar
Posting Komentar